Duhai Pemilik Pedang Zulfikar !
Duhai yang tak gentar terhadap musuh!
Duhai Singa Padang Pasir !
Duhai Pemilik lidah Kebenaran!
Duhai Pemilik Ketegaran!
Meskipun kau tiada
Namun kau hadir di dada ini
Tak akan pernah pergi
Kecuali atas kehendak Allah
Kau adalah kerinduan
yang tak akan pernah padam
Seperti kerinduan kepada sepupumu Rosulullah junjungan kami
safa'atkan daku
kiranya Allah mengampuniku
Jumat, 03 Agustus 2012
Jumat, 13 Juli 2012
Minggu, 08 Juli 2012
Tolong aku Tuhan.
Dia menghina ku, tapi dia suka kepunyaanku
Dia mencemoh ku, tapi dia menginginkan kepemilikanku
Dia berburuk sangka kepada ku, tapi dia terima pemberianku
Dia memfitnah keluargaku, tapi dia mengharapkan harta keluargaku
Sebegitu jelekkah aku?
atau sebegitu jelekkah dia?
sering kuterima penghinaannya
tapi susah kukatakan tentang keburukannya didepannya
masih berpikir, betapa sakitnya hati jika kita ungkapkan kenyataan
masih berpikir, tak baik mengatakan itu
semua serba salah.............
kepada siapa harus aku mengadu.............
mengadukan semua bongkahan sakit yang menusuk-nusuk hati
baikkah jika didiamkan?
baikkah jika dibiarkan?
rasanya ini bukan jalan keluar
hal serupa pasti akan muncul lagi
bahkan datang masalah baru yang sengaja dibuat agar menjadi keruh.
Kepada Tuhan sajakah aku mengadu....
tolong aku Tuhan
Tolong aku Tuhan...............................
Sabtu, 07 Juli 2012
Mempertahankan cinta atas nama manusia
Mempertahankan cinta
ternyata tak mudah
begitulah kalau cinta kepada manusia
ada habisnya cinta pada manusia
Tuhan saja yang tidak pernah membenci ummatnya
Tuhan saja yang tidak pernah habis cinta pada ummatnya
sedusta apapun hambanya, sedurhaka apapun mereka
Tuhan selalu mengampuni
Tuhan hanya menilai ketulusan memohon atas perbuatan masa lalu saja.
tapi manusia sulit mengampuni
karena kekurangannya yang teramat sangat dan perasaan sakit yang kelewat perih.
ternyata tak mudah
begitulah kalau cinta kepada manusia
ada habisnya cinta pada manusia
Tuhan saja yang tidak pernah membenci ummatnya
Tuhan saja yang tidak pernah habis cinta pada ummatnya
sedusta apapun hambanya, sedurhaka apapun mereka
Tuhan selalu mengampuni
Tuhan hanya menilai ketulusan memohon atas perbuatan masa lalu saja.
tapi manusia sulit mengampuni
karena kekurangannya yang teramat sangat dan perasaan sakit yang kelewat perih.
Minggu, 24 Juni 2012
Loyalitas
Adakah yang lebih baik " Mengabdi kepada Manusia atau Mengabdi kepada Allah Azza Wajjalla"? Mengabdi kepada manusia memungkinkan manusia menjilat manusia lain membaikkan manusia yang bukan haknya, berkeinginan membuat orang lain menjadi senang meskipun itu tidak layak baginya, ada kebaikan, namun unsur mengambil muka jauh lebih dominan dari semuanya.Barang kali itu yang tengah terjadi di dunia yang serba aneh saat ini. Semua patokan hidup bermuara kepada kepentingan individu atau kelompok saja demi dapat melanjutkan hidup atau hidup layak dan terhormat di mata manusia.Sungguh memilukan. Bahkah menyedihkan dan merugikan orang lain, sebab terkadang yang berhak atas sesuatu diambil atau diserahkan kepada yang tidak berhak memilikinya. Hidup di dunia sudah tidak melihat baik buruk lagi demi dunia yang semu ini.
Dan betapa Indahnya mengabdikan hidup kepada Allah, walau tanpa telihat Allah menganugerahkan kebahagian dan ketenangan secara hakiki ke dalam hati manusia. Karena tidak terlihat dan tidak teraplikasi dalam bentuk maateri utuh yang bisa dibanggakan dan dipamerkan kepada manusia menjadi sesuatu yang tidak menarik untuk dilakukan., sepertinya loyalitas kepada manusia lebih menjanjikan dari pada kepada Allah. Hampir disemua sektor kehidupan orang melakukan kesetian kepada manusia demi nama baik, demi hidup lebih baik, demi semua kesemu-an.
Loyalitas menjadi luntur ketika kekecewaan dialami. Loyalitas dibalas dengan pengkhiatan, dibalas dengan fitnah, dibalas dengan kejahatan dalam berbagai bentuk. Sungguh Loyalitas menjadi luntur dan kesia-siaan lah balasannya.. Namun loyalitas tanpa pengharapan dan imbalan adalah loyalitas yang baik untuk diterapkan, loyalitas yang tulus dan ikhlas sampai kapan pun dan apapun adanyanya sampai titik darah penghabisan, meskipun loyalitas harus dibayar dengan pengkhianatan. Ini adalah loyalitas yang menenangkan.
Kamis, 21 Juni 2012
Kamis, 07 Juni 2012
Kamis, 31 Mei 2012
Perpisahan siswa/i periode 2011/2012
Sampailah pada ujung pertemuan selama 3 tahun. Waktuny untuk menjadi dewasa, menjadi orang yang terbebas dari belenggu keperdulian guru-guru terhadap siswa-siswanya, dan ini lah gong pertemuan untuk berpisah dibunyikan, sebagai tanda masing-masing kita akan menemui hidup kita.
Dan inilah tarian indah dari bumi serumpun sebalai dilenggak lenggokkan oleh penari-penari dak-dakkan SMK Bakti Pangkalpinang. Lumayan waktu kurang lebih 1 bulan dapat melahirkan tarian gemulai dari putra putri daerah.
Selasa, 27 Maret 2012
prestasi oh prestasi..........inilah yang kami ingin cari
Jika generasi berprestasi yang bangga adalah kedua orang tuanya...............ah akan berlinang air mata karena terharu tidak sia-sia melahirkan anak ke dunia ini.Semoga banyak anak-anak bangsa menghargai diri mereka dengan berprestasi sesuai bakat dan minatnya.................
Senin, 19 Maret 2012
Biarkan sabar bertengger di jembatan hati
Hanya harap yang masih tersisa dari jalan panjang kehidupan. Harap yang tak boleh meninggalkan hati barang sedikitpun bahkan untuk istirahat meninggalkan sejenak kejengahan kesusahan atau keriangan. Karena harap lah obat penawar untuk terus melangkah menembus ruang hidup gelap dan terang. Dengan lentera sabar yang senantiasa menerangi dan berusaha menjadi penerang yang bertengger di jembatan hati saat melewati hari-hari gelap kehidupan. Sungguh keadilan jenis apa yang tengah dipertaruhkan, atau keadilan semacam apa yang bisa mengubah hidup menjadi menyenangkan. Keadilan terhadap diri sendiri atau keaadilan terhadap orang lain? Jalan hidup di dunia semakin langgeng dan menyenangkan bagi yang telah menyatakan mapan mengarungi hidup, akan terasa nikmaat, sebab jalan dunia ini semakin menyenangkan, semakin mudah untuk didapat, diketahui oleh kejeniusan dan keeolkan otak manusia yang diciptakan oleh Allah Azza Wa jalla. Dan sebaliknya kehidupan ini begitu rumit dan menyakitkan terasa tidak ada keadilan yang mencoba untuk menghampiri riak-riak hidup sekalipun. hidup menjadi miris dan menyedihkan.......masih begitu nampaknya kemiskinan mewarnai hidup.ooooooooooh. Kempang kempis nafas ini untuk melanjutkan kehidupan. ah, mana lagi yang lebih bisa dikata selain "bersabar menerima kerikil dan batu gunung yang menimpa hidup...... toh semua akan berakhir dengan sendirinya. Jika masih ada jalan terang yang akan mengubah warna hidup menjadi berbeda, mungkin itulah keberuntungan hidup, atau hidup harus diselesaikan dengan jalannya sendiri seumpama miskin dari awal berakhir dengan kemiskinan meskipun telah berusaha menjadikan semuanya lebih baik. Yang jelas Allah itu adil maka hanya Dia yang bisa memberikan Keadilan yang seadil-adilnya, karena Ia menciptakan 2 kehidupan dunia dan akhirat maka kita masih punya harapan kedua yaitu keadilan Tuhan di akhirat. Amiiiin.
Minggu, 26 Februari 2012
Perjalanan Kita
Kembali ke alam, Back to nature, seru, asik juga susah, capek dan melelahkan. Tapi banyak yang bisa dipetik dari setiap petualangan.Melangkah menuju zaman yang serba susah dan mencari sesuatu untuk menerbangkan khayal dan impian menuju masa depan yang lebih baik. Entah masa depan yang seperti apa yang lebih baik itu, tetapi yang jelas "lebih baik" di semua segi kehidupan. dan perubahan walaupun tidak terlalu banyak perubahan itu terjadi..........ah lebay banget.
Kegotongroyongan, keakraban, kegaduhan, pertengkaran dan kebersamaan bercampur jadi satu. seperti gado-gado.Jiwa-jiwa yang baru mengembangkan rasa percaya diri dan menanamkan kepatriotismenya atas bangsa ini, demi tanggungjawab telah diberikan hidup dan kehidupan oleh tanah dan air negeri ini. apalagi yang dapat diserahkan dan diseumbangkan, kecuali rasa cinta dan mengisi bumi ini dengan tidak berkorupsi , menguras hasil buminya, memperdaya anak negerinya, mencukur habis rambut-rambut hijau yang menumbuhi buminya. Atas nama
bangsa ini lah segala sesuatu akan dikerjakan.Anak bangsa ini harus dididik dan dilatih untuk mencintai dan bekerja keras sampai titik darah yang muncrat dan memerah.Inilah yang akan memancarkan rasa kebangsaan.Keberanian menantang alam suatu saat menjadi pelajaran yang berarti jika menghadapi tantangan yang dihadapi bangsa ini di kemudian hari. Sekali lagi entahlah, apa yang akan terjadi pada diri setiap indiveidu dan bangsa ini. Semoga bangsa ini semakin baik disemua sudut kehidupan, walaupun kemiskinan masih terlihat dimana-mana, karena itulah pasangan kehidupan.
Minggu, 19 Februari 2012
Rabu, 15 Februari 2012
Ibu dan ayahku yang kucintai
Barangkali tidak ada anak yang tidak mencintai ayah ibunya, begitu juga dengan ayah dan ibu, walaupun ada banyak anak yang durhaka pada kedua orang tuanya, dan ada banyak ayah ibu yang menelantarkan anaknya, tetapi secara kodrati, cinta dan kasih sayang dari ayah ibu kepada anaknya adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia sebagai lambang kecintaan dari Tuhan kepada mahkluknya.dan sebaliknya.
Aku juga sama mencintai dan menyayangi ayah ibuku, seperti aku menyayangi anakku. Rasa yang tak mungkin akan pupus dari dalam hati seorang anak manusia.Dalam doa selalu kusertai nama mereka bahkan mereka masuk dalam doa yang pertama urutan dari rangkaian doa yang dipanjatkan. rasanya hampa jika nama keduanya tertinggal atau ditempatkan pada urutan bukan yang pertama. jika jauh hanya doa yang dapat kupanjatkan. semoga Tuhan menyampaikannya dan mengabulkan doa.
Kamis, 26 Januari 2012
Langganan:
Postingan (Atom)