Selasa, 11 Oktober 2011

Chaiya-chaiya Ala ibu/bapak pelatihan


Teman-teman yang baik

terima kasih kawan-kawan, telah membantu LKTD 2011, semoga tidak jera n selalu happy. Hanya Tuhan lah yang bisa membalas kebaikan kalian.semoga kita selalu kompak dalam aktivitas dan rasa apapun.

Selasa, 04 Oktober 2011

waktu itu


Sore itu menjelang  tenggelamnya matahari, dan burung-burung beterbangan kembali pulang, awanpun berarak menyatu dengan datangnya pekat malam . Kesunyian magrib membungkam rasa terasa semakin hampa, pilu menyelimuti luka, nelangsa jiwa bercampur kegalauan.Hanya kepada Nya keluh kesah jiwa diadukan, karena manusia tak dapat membendung dukanya  sendiri.Terlalu rumit hidup ini, terlalu pelik dilema-dilema yang hinggap di hidup manusia. Bila bisa ku raih ketenangan, kedamaian, kesenangan, dan berjuta rasa indah, mungkin cerita akan menjadi lain. Tidak akan ada prahara dimana-mana, dan juga tidak akan ada variasi hidup. Tapi ujian-ujian itu terkadang tak sanggup untuk dijawab, entah bagaimana harus mengatasinya. Pertahanan sabar terkadang pun hampir jebol oleh kekesalan dan kekecewaan yang entah pada siapa kekecewaan itu ditujukan. Seolah tidak percaya bahwa Tuhan telah merencanakan seluruh hidup ini, tapi bukankah, kita dianjurkan untuk berbuat dan berusaha sebelum takdir benar-benar sampai ke hadapan kita. Sungguh tak dapat dipungkiri perasaan tidak puas dan tidak sabar merasuki hati. Usaha demi usaha telah dilakukan untuk mengisi dan mengubah hidup menjadi lebih baik dari hari ini, namun apa hendak dikata, manusia berencana Tuhan jua yang menentukan, hanya pasrah yang dapat dilakukan.
                Sambil menunggu bergulirnya waktu dan angin berhembus menyegarkan panasnya hati di tepian penantian tak berujung.Dengan segala cibiran dan hinaan yang tidak berhenti seperti tidak berhentinya masa penantian. Kemana sebenarnya nasib membawa perasaan, apakah ke lautan luas, ke langit  ke tujuh, atau ke hutan belantara yang liar?Bernafas pun menjadi tersengal-sengal dalam gendongan hari-hari yang tak jelas arahnya.Seperti lembayung merah di tepian langit di atas lautan, sendu sahdu, antara kepiluan, kesedihan, keperihan dan berjuta kata merana yang tak berkesudahan. Semoga sore yang sahdu menawarkan janji baru yang menempati ruang realita, harapan dan bukan patamorgana, seperti hari-hari lalu.
                Betapa indah khayalan sore, menari-nari di ujung mata, pikiran melayang menerobos masa beberapa tahun ke depan, seumpama reinkarnasi, seolah ingin berada di zaman sebelum dan sesudah kematian.Entahlah hidup menjadi sangat ragu, apakah benar atau salah.Mungkin khayalan ini akan membantu melunakkan suasana yang begitu tegang, terkadang sangat bahagia, tapi terkadang sangat berduka  seperti saat ini.Menoleh kebelakang, memutar semua kejadian seolah kejadian hari ini yang menjadikan hati begitu nelangsa  tidak ada, yang ada adalah variasi indah dan buruk datang dan pergi seiring berlangsungnya waktu.

Kemulian hati

          Sesekali jiwa merasa terbang melayang, memimpikan keindahan dan kenyamanan hidup yang tergantikan. Tapi dilain waktu ruh pun terasa terbang meninggalkan jasad dan terbaring kaku sambil memimpikan betapa hidup di dunia tidak memberikan kepuasan untuk mendapatkan ketentraman dan kebahagian batin. Betapa jiwa ingin melakukan kehendak Tuhan Allah azza wa jalla dan tak henti-hentinya menyesali, mengapa telah menyia-nyiakan waktu yang sebentar ini hanya untuk melakukan aktivitas dunia dan melupakan aktivitas yang mengajak kepada akhirat sebagai tujuan akhir.Sungguh penyesalan datangnya belakangan.
           Kiranya masih ada hari esok yang diberikan Allah untuk memperbaiki diri, membagi hati dengan Ruhani yang sepi. Biar indah dan gembira jiwa ini melangkahkan kaki di bumi karena hidup seimbang dunia dan akhirat.Kekayaan dunia adalah alat mengantarkan diri ke tempat damai di akhirat. walau terkadang harta dunia menyilaukan mata dan membuat lupa tujuan mulia. Syetan telah menggoda untuk mencarinya sekuat tenaga dan melupakan "membagikannya kepada yang membutuhkan" seakan perasaan rugi karena telah berjuang keras meraihnya, selalu saja godaan itu datang ketika harta telah di tangan. Kiranya Tuhan melimpahkan kemurahan hati untuk senantiasa ikhlas memberi dan berbagi.

Rabu, 21 September 2011

Minggu, 24 Juli 2011

Lucu-lucu kayak kamu..........

Menyedihkan

           Nasibmu tidak seindah orang lain. Itulah takdir yang telah digariskan Tuhan. Apa hendak dikata, air matapun tiada dapat mengubah semuanya, hanya doa dan harapan kepadaNya Tuhan yang telah menentukan takdir saja yang dpat membantu mengubahnya.Keinginan untuk bersama selamanya, ternyata harus kandas. tapi harapan untuk kembalibbersama masih ada. Hati hancur berkeping-keping. nasib belahahan jiwaku menjadi sangat menyedihkan. Sungguh tidak adil, tapi itulah keadilan ditangan manusia, tidak mengindahkan norma-norma keadilan. Hanya Engkaulah Tuhanku yang mampu berlaku Adil. Kiranya Engkau beri jalan terang, kehidupan yang membahagiakan setelah kesedihan yang memukul jiwa ku dan belahanjiwaku. Sungguh tak kusangka dan tak kuduga kesedihan ini menimpa mu anakku. semoga kita berdua kuat menjalaninya. Amiin.

Senin, 25 April 2011



Belahan jiwa ku telah hadir di dunia

kedatangan mu ke dunia ini, sudah sangat ku harapkan. Kepenasaranan ku telah terjawab. Bahwa tenyata aku bisa memiliki mu duhai belahan jiwaku.
Tiada yang lebih bahagia, kecuali melihat mu tersenyum, meskipun senyum mu bukan untuk kami orang tua mu. anak ku, belahan jiwaku apa yang menjadi harapan kami orang tua mu adalah yang terbaik buat agama, bangsa dan dirimu sendiri. kamu harus setegar batu karang, seperti tegarnya bunda mu ini menghadapi cobaan dan rasa perih saat dirimu masih di dalam kandungan. Cobaan hidup memang pasti datang dan akan selalu ada dalam hidup kita. Tahu kah kau anakku, demi kamu, aku bunda mu menjadi kuat meskipun lemah, dan harus berani serta tegar dalam kondisi apapun. sebab cobaan hanyalah persinggahan belaka. dan kita akan melaluinya dengan sabar dan tawakal meski banyak hal yang kita tidak tahu ternyata telah kita lakukan.

Selasa, 25 Januari 2011

Rasa ini


Sore itu menjelang  tenggelamnya matahari, dan burung-burung beterbangan kembali pulang, awanpun berarak menyatu dengan datangnya pekat malam . Kesunyian magrib membungkam rasa terasa semakin hampa, pilu menyelimuti luka, nelangsa jiwa bercampur kegalauan.Hanya kepada Nya keluh kesah jiwa diadukan, karena manusia tak dapat membendung dukanya  sendiri.Terlalu rumit hidup ini, terlalu pelik dilema-dilema yang hinggap di hidup manusia. Bila bisa ku raih ketenangan, kedamaian, kesenangan, dan berjuta rasa indah, mungkin cerita akan menjadi lain. Tidak akan ada prahara dimana-mana, dan juga tidak akan ada variasi hidup. Tapi ujian-ujian itu terkadang tak sanggup untuk dijawab, entah bagaimana harus mengatasinya. Pertahanan sabar terkadang pun hampir jebol oleh kekesalan dan kekecewaan yang entah pada siapa kekecewaan itu ditujukan. Seolah tidak percaya bahwa Tuhan telah merencanakan seluruh hidup ini, tapi bukankah, kita dianjurkan untuk berbuat dan berusaha sebelum takdir benar-benar sampai ke hadapan kita. Sungguh tak dapat dipungkiri perasaan tidak puas dan tidak sabar merasuki hati. Usaha demi usaha telah dilakukan untuk mengisi dan mengubah hidup menjadi lebih baik dari hari ini, namun apa hendak dikata, manusia berencana Tuhan jua yang menentukan, hanya pasrah yang dapat dilakukan.
                Sambil menunggu bergulirnya waktu dan angin berhembus menyegarkan panasnya hati di tepian penantian tak berujung.Dengan segala cibiran dan hinaan yang tidak berhenti seperti tidak berhentinya masa penantian. Kemana sebenarnya nasib membawa perasaan, apakah ke lautan luas, ke langit  ke tujuh, atau ke hutan belantara yang liar?Bernafas pun menjadi tersengal-sengal dalam gendongan hari-hari yang tak jelas arahnya.Seperti lembayung merah di tepian langit di atas lautan, sendu sahdu, antara kepiluan, kesedihan, keperihan dan berjuta kata merana yang tak berkesudahan. Semoga sore yang sahdu menawarkan janji baru yang menempati ruang realita, harapan dan bukan patamorgana, seperti hari-hari lalu.
                Betapa indah khayalan sore, menari-nari di ujung mata, pikiran melayang menerobos masa beberapa tahun ke depan, seumpama reinkarnasi, seolah ingin berada di zaman sebelum dan sesudah kematian.Entahlah hidup menjadi sangat ragu, apakah benar atau salah.Mungkin khayalan ini akan membantu melunakkan suasana yang begitu tegang, terkadang sangat bahagia, tapi terkadang sangat berduka  seperti saat ini.Menoleh kebelakang, memutar semua kejadian seolah kejadian hari ini yang menjadikan hati begitu nelangsa  tidak ada, yang ada adalah variasi indah dan buruk datang dan pergi seiring berlangsungnya waktu.

Kamis, 13 Januari 2011

Waktu telah berganti lagi

Waktu telah berganti lagi
Harusnya hidup pun berubah
Berubah dalam bentuk apapun
                      Hidup semakin kejam
                      Semakin menyiksa tiap-tiap orang
                      Semakin membuat dunia tambah carut marut
                      Semakin membuah jengah........
Waktu telah berganti lagi
Harusnya ketidakberdayaan menjauh pergi
Pergi dari tumpuan hidup
                       Hidup semakin tidak berarti
                       karena hidup sudah dilumuri kemilau materi
                       karena tak banyak lagi orang yang perduli.
                  

Senin, 18 Oktober 2010

PUISI

KALIAN DAN AKU
Jika ku pandang wajah kalian, tidak ada yang salah antara kita, aku dan kalian………….
Jika ku pandang  wajah kalian,  ada gelisah yang mendilema ……………
Jika ku pandang wajah kalian, ada damai yang menyejukkan hati…………..
Jika ku pandang wajah kalian, ada rasa yang terus menarikku …………….
Jika ku pandang wajah kalian, ku rasakan hidupku sangat berarti……………
Jika kupandang wajah kalian, kesalku menggumpal bagai darah beku…………..
Jika ku pandang wajah kalian, ada kekhawatiran melanda jiwaku……………
Jika ku pandang wajah kalian, kuperoleh kebijakan dalam hidupku…………..
Pernahkah kalian mengerti aku?
Aku memang egois!
Aku menginginkan orang lain mengerti  aku.
Aku memang tidak bijaksana.
Aku adalah manusia sombong!
Padahal duripun bisa dikalahkan oleh keberanian

Pangkalpinang, 18 Maret 2010
By  Tahya Aminah

Senin, 11 Oktober 2010

Jenuh


          Belakangan ini kejenuhan mungkin sedang memasuki ruang hatiku.Kelelahan otak yang tanpa disadari terasa menyodok-nyodok. Mengadapi jiwa-jiwa yang keras,rapuh dan tidak perduli, menjadi beban berat yang harus dipikul. Hatiku menjadi gerah dan kesal dengan semua ini. Aku menjadi tidak yakin apakah mampu bertahan dengan kondisi semacam ini. Kondisi yang mendesakku untuk membuang jengah di hati sementara hati belum berkehendak untuk berkompromi dengan jiwa-jiwa itu. jiwa-jiwa yang telah menyakiti hatiku dengan pandangan-pandangan sinis dan benci.Yang jadi masalah keegoisanku belum juga mau pergi meninggalkan relung-relung hati, dan terus bergejolak merayu-rayu diriku bertahan dengan kondisi ini.
          Ditengah kegundahan dan kerisauan hati ini kritikan pedih menyayat hati. hati menjadi tambah nelangsa.Keputus asaan dan ketidak perdulian semakin menjadi.Ruang mana di bumi ini yang dapat menampung lara?Begitu lelah menjalaninya, tidak ikhlas mendapat perlakuan seperti ini.Tapi inilah bentuk teguran Tuhan untuk diriku.Dan hanya Dia penolong untuk keluar dari semuanya.

Rabu, 06 Oktober 2010

Many things must be done

But, really it is possible and imposible to do.........oh the days make me happy and sametimes so tired. nobody can reach it to me. no you or him/her.

Kamis, 23 September 2010

Pelatihan lucu

Pada  ikut pelatihan membuat blog............siapa takut. Buat guru-guru yang tetap bersemangat.....selamat bergabung di dunia blogger. tapi blognya diisi dong. sayang kalau gak diisi.